Cara Budidaya Cacing Tanah Untuk Pakan Alami Ikan

Cara Budidaya Cacing Tanah (Lubricus Rubellus) Untuk Pakan Alami Ikan
salam sahabat azolla magelang yang berbahagia pada kesempatan ini mari kita bersama sama belajar bagaimana cara budidaya cacing tanah untuk pakan alami ikan, mari kita bahas bersama sama.
Cacing tanah (Lubricus Rubellus) adalah makanan alami dengan sumber protein tinggi sebagai bahan pakan ikan alternatif. Budidaya cacing tanah relatif mudah, efisien dan murah, dimana untuk membudidayakan cacing ini hanya dibutuhkan suatu media berupa tanah dan kompos. Sisa media dari budidaya cacing ini selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman (kascing), karena penguraian sampah organik oleh cacing tanah banyak menghasilkan unsur hara yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman.

Komposisi nutrisi Lumbricus rubelius adalah sebagai berikut:
• Protein Kasar : 60 – 72 Persen
• Lemak : 7 – 10 Persen
• Abu : 8 – 10 Persen
• Energi :900 – 4100 kalori/gram.


Protein Kasar
Lemak
Abu
Energi
60 – 72 Persen
7 – 10 Persen
8 – 10 Persen
900 – 4100 kalori/gram.


Melihat komposisi nutrisinya, maka di dunia perikanan, cacing tanah ini berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan ransum makanan ikan. Seperti diketahui bahwa untuk pertumbuhan ikan, sangat ditentukan oleh kandungan protein dalam makanannya. Mengingat kandungan protein cacing yang cukup tinggi (lebih tinggi dari ikan dan daging) serta komposisi asam amino esensial yang lengkap sehingga, dapat diperkirakan bila cacing tanah ini dapat dimakan oleh ikan akan dapat memacu pertumbuhan dan menghasilkan ikan yang sehat serta tahan terhadap serangan penyakit.
Untuk memperoleh pelet dengan kandungan protein 35 persen, maka susunan ransumnya adalah:
Tepung Cacing : 47 Persen
Telur Ayam : 20 Persen
Terigu : 14 Persen
Dedak : 18 Persen
Kanji : 1 Persen

Alat dan Bahan:
• Alat Penggiling Tepung
• Alat Penggiling Daging
• Baskom
• Terigu : 14 Persen
• Dedak : 18 Persen
• Kanji :1 Persen
• Tepung Cacing : 41 Persen
• Telur ayam : 20 Persen

sahabat azolla magelang selanjutnya mari kita lihat lebih jelas cara pembuatannya

Cara Pembuatan:
1. Cacing segar dipisahkan dari medianya.
2. Di cuci/bilas dengan air bersih, lalu ditimbang.
3. Dijemur pada panas matahari di atas seng selama duapuluh empat jam (suhu udara 32 – 35 drajad celcius).
4. Cacing yang sudah kering kemudian dibuat menjadi tepung dengan menggunakan penggiling tepung.
5. Tepung cacing ditimbang dan siap untuk digunakan.

Cara Pembuatan Pakan Pelet:
Untuk menjadikan pelet, bahan-bahan yang dipersiapkan adalah kuning telur ayam yang telah direbus, tepung kanji, terigu, dedak, tepung cacing, masing-masing ditimbang sesuai dengan analisis bahan. Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut :
  • Semua bahan dicampur dan diaduk menjadi satu.
  • Tambahkan air hangat secukupnya hingga adonan menjadi cukup kenyal. Penggunaan air harap seminim mungkin.
  • Setelah adonan terbentuk selanjutnya dicetak dengan mesin penggiling daging sehingga menghasilkan pelet basah yang panjangnya seperti mie.
  • Pelet basah tersebut dipotong per 0,5 cm membentuk butiran-butiran.
  • Setelah itu pelet dijemur di panas matahari seharian.
  • Kemudian pelet ditimbang dan siap digunakan.
Kira kira demikian pembahasan tentang bagaimana cara budidaya cacing tanah, semoga bermanfaat untuk kita semua, salam sukses untuk anda semua.
Explanation :

Alam Ikan : Dinas Perikanan Propinsi DKI Jakarta, Brosur Informasi Proyek Peningkatan Diversifikasi Usaha Perikanan

Cara Membuat Pakan Lele Organik dari Ampas Tahu vs Kotoran Sapi

Apa kabar sahabat Azolla magelang, pada kesempatan ini kita akan membahas dan belajar bersama sama bagaimana cara membuat pakan lele yang alami dari ampas tahu dan juga cara membuat pakan alami dari kotoran sapi, mari kita bahas satu persatu :

Cara Membuat Pakan Lele Dari Ampas Tahu
Ada berbagai macam bahan alami yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pakan ikan. Jika kita bisa kreatif dan dapat membuat pakan ikan lele sendiri, maka keuntungan yang akan kita dapat juga akan lebih tinggi. Dalam usaha Budidaya lele kita juga bisa membuat ramuan pakan organik yang berbahan dasar “Ampas Tahu” dengan tujuan agar lele dapat berkembang seperti di habitat aslinya yaitu memakan makanan yang berasal dari bahan organik dan ikan lele akan tumbuh dengan baik.
Cara membuat pakan lele organik dari ampas tahu
Selain itu hal tersebut juga untuk menekan atau mengurangi biaya pengeluaran serta mengurangi menumpuknya limbah dari Ampas Tahu tersebut.
Cara Pembuatan Pakan Lele dari Ampas Tahu
Sebelumnya persiapkan bahan-bahan pembuatan pakan lele dari Ampas Tahu sebagai berikut:
  1. Ampas Tahu 5 Kg
  2. Dedak Halus 5 Kg
  3. Tepung Ikan 1 Kg
  4. Tetes Tebu/Molases 1 liter
  5. Probiotik(EM4-Perikanan) : 200 ml
  6. Ragi Tempe 2 sdm
Setelah seluruh bahan dicampur dan diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam drum/ember/kantong plastik yang diberi lobang udara dengan menggunakan selang untuk mengalirkan gas/udara yang ujungnya ditutup plastikatau bekas gelas air mineral tetapi jangan terlalu tertutup rapat(sebagian terbuka untuk keluar masuknya oksigen). Kemudian simpan dan dibiarkan selama +/- 5 hari agar terjadi proses fermentasi secara alami.
Setelah di Fermentasi 5 hari Pakan Lele Organik sudah bisa dimanfaatkan dengan ketentuan sebagai berikut :
  1. Bisa diberikan langsung ke Lele dengan cara dikepalkan sehingga lele bisa mengkonsumsi secara langsung
  2. Disarankan diberikan ke Lele yang umurnya diatas 1 bulan dari penebaran ukuran benih 5-7/7-9, sebelumnya bisa diberikan dari hasil fermentasi dan pakan alami pupuk kandang
  3. Pemberiannya jangan bersamaan dengan pemberian pellet ikan
  4. Prosentase pemberian 5% dari Biomas Ikan (1,5 – 2 kali jumlah pemberian pakan Pellet).
  5. Frekwensi pemberian pakan lele organik dari ampas tahu ini bisa 2 – 3 kali sehari diberikan pada pagi/siang hari
(sumber: epetani Deptan)

sahabat azolla magelang yang berbahagia selanjutnya mari kita bahas cara yang kedua yaitu:

Cara Membuat Pakan Lele Organik dari Kotoran Sapi
mari kita simak pengalaman ini didapatkan dari beberapa orang yang sudah mencoba membuat pakan alternatif ini. Jangan dibayangkan mentah-mentah bahwa kotoran buat makanan sebenarnya prinsipnya kita memanfaatkan kotoran sapi yang nantinya sebagai media tumbuh cacing. Mari kita lihat gabaran berikut adalah cara pembuatan pakan alternatif yang saya maksudkan.

Cara Membuat Pakan Lele Organik dari Kotoran Sapi
Cara Membuat Pakan Lele Organik dari Kotoran Sapi

Untuk resep 10 Kg Kotoran sapi.
Bahan bahan yang di perlukan
  1. Kotoran sapi yang sudah didiamkan sekitar 1 mingguatau minimal 5 hari  di ruang terbuka sebanyak 10 kg.
  2. Probiotik Cair, dapat di beli di toko-toko pertanian. Jenis probiotik yang biasa digunakan adalah EM4, Biocatfish dan masih banyak lagi, tinggal kita tanya saja saat akan membeli di toko pertanian. Dapat juga tidak menggunakan Probiotik, tapi waktu inkubasi / waktu penimbunan akan semakin lama.
baca juga : Cara Mudah membuat EM4 sendiri
  1. Air untuk melumatkan kotoran sapi yang sudah mengering, atau kotoran sapi yang terlalu keras. Air ini sifatnya sebagai pengencer, namun jangan terlalu encer saat proses pengenceran. Idealnya seperti adonan yang kental seperti adonan roti.



Alat yang di perlukan
  1. Drum yang ada tutupnya, atau wadah apa saja yang kedap udara dan tidak ada lubang.
  2. gayung
  3. Ember
  4. dan alat-alat lain yang kiranya dibutuhkan.
Cara Pembuatan :

  1. Siapkan adonan kotoran sapi yang tadi telah dibuat seperti adonan sebanyak 10 kg. Disini kita akan membuat resep untuk 10 Kg kotoran sapi.
  2. Masukan adonan tadi ke dalam blong / drum atau wadah lain yang kedapudara.
  3. Siapkan probiotik dan tuangkan sebanyak 20 tutup botol atau sekitar 200 ml probiotik ke dalam kotoran sapi tadi.
  4. Aduk agar merata dan tercampur sempurna.
  5. Inkubasi / diamkan selama 24 jam di tempat yang tertutup agar terjadi Fermentasi / Penguraian. pada proses ini jangan ada udara yang masuk, karena udara akan menggagalkan proses fermentasi. Dalam istilah biologi fermentasi jenis ini adalah fermentasi tanpa membutuhkan Oksigen. Jadi usahakan benar-benar tertutup rapat.
  6. Setelah 24 jam, Buat lubang di wadah. Biarkan udara masuk kedalam. Biarkan selama minimal 7 hari dalam keadaan teraliri udara, semakin lama semakin bagus, namun jangan sampai bertahun-tahun . Lubang di buat atau dengan membuka seperempat tutup saja atau melubangi tutup.
  7. Setelah sekitar 7 hari akan banyak cacing yang hidup, ini menandakan proses pembuatan Pakan lele berhasil.
  8. Pakan sudah dapat digunakan, biasanya pakan jenis ini sangat cocok untuk lele pada saat pembenihan atau masih berukuran tidak lebih besar dari 2 jari.
Cara Membuat Pakan Lele Organik dari Kotoran Sapi
Cara Membuat Pakan Lele Organik dari Kotoran Sapi

Demikian pembahasan kali ini semoga bermanfaat, salam sukses untuk kita semua

Molasses Tetes Tebu dan Jenisnya

Molase merupakan suatu bahan yang diperlukan untuk fermentasi dan mengurai untuk menghasilkan bakteri yang baik untuk budidaya ikan. Molase adalah merupakan sisa proses pengkristalan gula pasir. Sumber molase itu sendiri didapatkan dari 2 macam. Pertama dari tebu dan kedua dari bit. Dari kedua sumber tersebut akan didapatkan molase yang berbeda sifat dan pengolahannya.
Molasses Tetes Tebu dan Jenisnya
Molasses Tetes Tebu dan Jenisnya

Pada kesempatan ini sahabat azolla magelang kita belajar bersama untuk mengetahui lebih jau tetantang molases. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Molase adalah sejenis sirup yang merupakan sisa dari proses pengkristalan gula pasir. Molase tidak dikristalkan karena mengandung glukosa dan fruktosa yang tidak dikristalkan lagi.
Pada umumnya molase diolah lebih lanjut menjadi etanol. Caranya melalui proses fermentasi. Namun sebelum proses fermentasi tersebut dilaksanakan diperlukan treatment terhadap molase tersebut. Berikut uraian singkatnya

Molase dari tebu dapat dibedakan menjadi 3 jenis Kelas. Molase kelas 1, kelas 2 dan black strap.
1. Molase kelas 1 didapatkan saat pertama kali jus tebu dikristalisasi. Saat dikristalisasi terdapat sisa jus yang tidak mengristal dan berwarna bening. Maka sisa jus ini langsung diambil sebagai molase kelas 1.

2. Kemudian molase kelas 2 atau biasa disebut dengan ”Dark” diperoleh saat proses kristalisasi kedua. Warnanya agak kecoklatan sehingga sering disebut juga dengan istilah ”Dark”. 

3. Dan molase kelas 3, Black Strap diperoleh dari kristalisasi terakhir. Warna black strap ini memang mendekati hitam (coklat tua) sehingga tidak salah jika diberi nama ”Black Strap” sesuai dengan warnanya.
Black strap ternyata memiliki kandungan zat yang berguna. Zat-zat tersebut antara lain kalsium, magnesium, potasium, dan besi. Black strap memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, karena terdiri dari glukosa dan fruktosa. Berbagai vitamin terkandung pula di dalamnya. 

Black strap digunakan untuk suplemen kesehatan, makanan ternak, dan berbagai industri lainnya. Sebelum dilakukan proses fermentasi untuk pembuatan etanol, molase tebu harus diberikan treatment agar proses fermentasi berlangsung dengan baik. Hal yang harus dilakukan adalah mensulfurisasi molase tersebut. Tujuannya agar molase menjadi bening. Kemudian campurkan air, ragi dan molase secara bersamaan lalu diaduk dalam sebuah tangki.

Molase dari bit berbeda dengan molase dari tebu. Yang disebut sebagai molase bit adalah sisa proses kristalisasi gula. Jadi tidak ada pengklasifikasian molase. Molase bit 50 % dari berat kering merupakan gula. Sebagian besar merupakan sukrosa dan juga mengandung glukosa dan fruktosa.
Molase bit mengandung biotin (vitamin B7) dalam jumlah terbatas. Vitamin ini berguna untuk pertumbuhan. Molase ini juga mengandung garam-garaman yaitu kalsium, potasium, oksalat dan klorida. Hal yang menarik adalah molase ini sering digunakan sebagai aditif untuk makanan hewan.

Kegunaan lain
Produk makanan dan aditif
Bhapa Pitha, populer Bangladesh gaya kue beras , sering dipermanis dengan molase.

Molasses dapat digunakan sebagai:
  • Pokok bahan dalam penyulingan rum
  • Dalam stouts atau Porters
  • Aditif dalam tembakau merokok dalam hookah , shisha, atau narghile
  • (ditemukan dalam merek Mazaya, Al-Fakher, Nakhla, Tangier dan Salloum)
  • Aditif dalam pakan ternak
  • Bahan dalam memancing Groundbait
  • Sebuah sumber untuk produksi ragi.
  • Suplemen zat besi
  • Bahan utama dalam produksi asam sitrat
Kimia
  • The karbon sumber untuk in situ remediasi dari hidrokarbon diklorinasi .
  • Dicampur dengan magnesium klorida dan digunakan untuk de-icing.
  • Sebuah saham untuk fermentasi etanol untuk menghasilkan bahan bakar alternatif untuk kendaraan bermotor
Industri
  • Sebagai chelating agen untuk menghilangkan karat
  • Sebagai komponen minor mortir untuk bata 
  • Dicampur dengan lem untuk rol tinta kasus pada mesin cetak awal
Hortikultura
  • Sebagai aditif tanah untuk mempromosikan aktivitas mikroba
  • Sebagai sumber gula dalam hidroponik berkebun.
Informasi Gizi
  • Molasses mengandung protein atau serat makanan dan dekat dengan tidak ada lemak . Setiap sendok makan (20 g) mengandung 58 kkal (240 kJ), 14,95 g karbohidrat, dan 11,1 g gula dibagi antara:
  • Sukrosa: 5.88 g
  • Glukosa: 2,38 g
  • Fruktosa: 2.56 g
Demikian pembahasan molasses pada kesempatan ini semoga bermanfaat untuk kita semua. Dikutip dari berbagai sumbur http://alamtani[dot]blogspot[dot]com


Membuat Sendiri Pupuk Cair dan Kompos dari Azolla Microphylla

Membuat Sendiri Pupuk Cair dan Kompos dari Azolla Microphylla

Salam sahabat Azolla Magelang, sudah agak lama tidak posting tentang azolla microphylla, kali ini kita akan belajar bersama bagaimana membuat sendiri pupuk cair dan kompos dari Azolla Microphylla .
pada kesempatan kali ini kami mencoba memposting informasi tentang memanfaatkan Azolla Microphylla sebagai pupuk tanaman, kali ini saya pengen share hasil pembuatannya. Beberapa minggu lalu saya sudah mencoba membuat POC (Pupuk Organik Cair) dan kompos dari Azolla Microphylla, dan ternyata berhasil juga. Pupuk ini memang belum saya uji ke tanaman, baru akan uji coba besok, insyaAllaah.
Pupuk dari Azolla Microphylla ini katanya memiliki kandungan yang lebih baik dan lebih lengkap daripada kompos hijau (kompos dapur atau sampah halaman) atau POC biasa. Kelebihan lainnya adalah ketersediaan bahan utama yaitu Azolla yang cukup banyak dan cepat penyebarannya, begitu juga waktu panen pupuk yang relatif lebih cepat dibanding kompos biasa. Kalau kompos biasa perlu waktu berbulan-bulan untuk prosesnya, Azolla Microphylla ini cukup 1-2 minggu sudah bisa dipanen matang. Makanya saya antusias sekali ingin mengembangkan AzoMic ini agar lebih efektif dan ekonomis untuk berkebun di rumah, syukur-syukur bisa digali lebih banyak lagi manfaat lainnya berdasarkan referensi yang pernah saya baca. InsyaAllaah.


Pupuk dari Azzola mycrophylla ini memiliki kandungan yang lebih baik dan lebih lengkap daripada kompos hijau (kompos dapur atau sampah halaman) atau POC biasa. Kelebihan lainnya adalah ketersediaan bahan utama yaitu Azolla yang cukup banyak dan cepat penyebarannya, begitu juga waktu panen pupuk yang relatif lebih cepat dibanding kompos biasa. Kalau kompos biasa perlu waktu berbulan-bulan untuk prosesnya, Azzola mycrophylla  ini cukup 1-2 minggu sudah bisa dipanen matang.POC (Pupuk Organik Cair) AzollaSeperti POC (Pupuk Organik Cair) umumnya, membuat POC (Pupuk Organik Cair) dari Azolla ini pun caranya sama dan sangat sederhana, yaitu:

  • Campurkan Azolla Microphylla, gula merah, air, dan EM4 (cara membuat EM4 sendiri bisa di lihat disini ) atau MOL. Untuk takarannya saya pakai takaran kira-kira. EM4 nya cukup satu tutup botol atau 10cc atau 1 sendok makan.
  • Semua bahan dicampur jadi satu dan masukkan ke kotak plastik, botol, atau apa saja yang ada tutupnya (saya pakai botol bekas), Tutup rapat.
  • Diamkan selama seminggu hingga aromanya seperti aroma tape, lalu POC sudah bisa dipanen. Jangan lupa, setiap hari selalu buka-tutup tutupnya untuk melepaskan gas fermentasi.
  • Untuk memanen POC, saring cairannya dan simpan dalam botol terpisah. Sementara untuk ampas Azollanya, bisa dicampurkan ke komposter untuk membuat kompos Azolla atau bisa juga diangin-anginkan untuk ditebar ke media tanam sebagai pupuk padat.

poc azolla microphylla
POC (pupuk organik cair ) Azolla Microphylla 


POC ( Pupuk Organik Cair ) AzollaCara penggunaan: Encerkan 10 ml  POC Azzola mycrophylla dengan 1 Liter air. Siramkan ke media tanam.

Kompos AzollaBahan yang diperlukan: Azolla segar, bekatul/dedak, larutan EM4 dan gula merahCara membuat:

Tumpuk Azzola mycrophylla setebal 10cm ke dalam komposterTaburkan bekatul secara merataSemprot dengan larutan EM4 dan gula merahLalu tumpuk lagi Azolla 10cm dan ulangi lagi tahap 2 dan 3Tutup rapat komposter, diamkan selama semingguSebelum digunakan, kompos Azzola mycrophylla sebaiknya diangin-anginkan dulu sampai kering, baru bisa dicampurkan ke media tanam
Kompos Azolla Kiri: azolla yang ditaburi bekatul dan EM – Kanan: kompos azolla yang sudah kering
Kompos Azolla
Kiri: azolla yang ditaburi bekatul dan EM – Kanan: kompos azolla yang sudah kering
UPDATE Ini hasil kompos yang tanpa dijemur. Saya biarkan di komposter sampe hancur sendiri. Teksturnya remah, lembut, kayak kue sponge.

Kemarin itu saya ngeringin kompos azollanya dengan cara dijemur, jadinya keras, padat dan kering. Ternyata kurang tepat kalau dijemur katanya. Untuk berikutnya saya mau angin-anginkan saja di gudang biar teksturnya remah dan lembut. Ohya, ini saya dapat ilmu membuatnya dari teman-teman yang hobi berkebun. Jadi kalo ada yang kuliah di pertanian atau pakar pupuk dan tanaman membaca postingan ini, jangan ditertawakan yaaaa kalo salah hehe…kita hanya ingin memanfaatkan apa yang ada di sekitar dan go organic. Kalau ada yang perlu dikoreksi, silakan, biar kita juga sama-sama paham Untuk cara budidaya Azolla, bisa dibaca di postingan ini ya. Selamat mencoba!


kompos azolla microphylla
kompos azolla micropylla yang telah jadi







Cara Memijahkan Lele


Cara Memijahkan Lele
Ada beberapa cara dalam memijahkan ikan lele sangkuriang maupun ikan lele phyton, tidak ada cara-cara yang membedakan antapa pemijahan lele sangkuriang dan lele phyton, langkah-langkah pemijahan kedua jenis ikan lele tersebut adalah sama. Dari berbagai cara pemijahan ikan lele, tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan pilihan cara yang tepat dan langkahnya yang benar, tentu saja pemijahan ikan lele yang kita lakukan akan sukses dan menghasilkan benih lele yang berkualitas.
 
Berikut ini adalah 4 cara pemijahan ikan lele:
Dari keempat cara pemijahan ikan lele tersebut, jika kita ingin memijahkan ikan lele sendiri, maka pilihlah cara yang tepat sesuai dengan kondisi lingkungan, kemampuan, dan sumber daya yang ada di sekitar kita, semoga bisa membantu.

Cara Memijahkan Ikan Lele Secara Alami


      Cara Memijahkan Ikan Lele Secara Alami

Langkah pertama untuk pemijahan ikan lele secara alami adalah dengan memilih induk betina dan jantan yang sudah matang gonad. Pilih sepasang ikan lele yang memiliki bobot seimbang, tujuannya agar salah satu induk tidak ketakutan terhadap induk lainnya. Keseimbangan bobot sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemijahan.
Sebelum proses pemijahan ikan lele dilakukan, siapkan terlebih dahulu kolam tempat memijah. Kolam yang ideal untuk pemijahan adalah panjang 2-3 meter, lebar 1-2 meter dan kedalaman 1 meter. Sebaiknya dasar kolam terbuat dari semen atau fiberglass agar mudah mengawasi telur hasil pembuahan. Sebelumnya kolam harus dikeringkan dan dijemur, kemudian diisi air sedalam 30-40 cm. Gunakan air yang berkualitas baik, bersih dan jernih.
Pasang kakaban, bisa dibuat dengan ijuk yang dijepit dengan bambu seukuran area kolam. Gunakan pemberat agar kakaban tersebut tenggelam tidak mengapung di atas permukaan air. Kakaban berfungsi agar telur hasil pemijahan tidak berhamburan dan mudah dipindahkan. Buatlah kakaban sekokoh mungkin agar tidak berantakan oleh indukan yang aktif. Air untuk pemijahan ikan lele harus kaya oksigen, oleh karena itu berikan aerasi pada kolam pemijahan. Atau, apabila tersedia sumber air yang cukup buatkan aliran masuk dan keluar. Atur debit air sebanyak 2-3 liter per detik.
Waktu yang tepat untuk memasukan indukan kedalam kolam pemijahan adalah sore hari. Biasanya ikan lele akan memijah sekitar pukul 23.00 hingga pukul 05.00. Selama proses pemijahan ikan lele kolam harus ditutup, untuk mencegah induk ikan loncat keluar kolam. Pada pagi hari, biasanya proses pemijahan sudah selesai. Telur akan menempel pada kakaban. Telur yang berhasil dibuahi berwarna transparan sedangkan yang gagal berwarna putih susu.
Setelah proses pemijahan selesai, segera angkat induk dari kolam pemijahan ikan lele. Hal ini untuk menghindari telur disantap oleh induk ikan, karena setelah memijah induk ikan betina akan merasa lapar. Selanjutnya telur yang telah dibuahi ditetaskan. Penetasan bisa dilakukan di kolam pemijahan ataupun di tempat lain seperti akuarium, fiberglass atau kolam terpal. Selama proses penetasan suplai oksigen (aerasi) harus dipertahankan dan suhu distabilkan pada kisaran 28-29oC.
Telur yang telah dibuahi akan menetas dalam 24 jam menjadi larva. Setelah itu segera pisahkan telur yang gagal atau larva yang mati untuk mencegah tumbuhnya jamur. Larva yang menetas akan bertahan tanpa pemberian makanan tambahan selama 3-4 hari. Selanjutnya lakukan proses pemesaran larva.
(sumber : suryamina)

Cara Pemijahan Ikan Lele Dengan Penyuntikan Hipofisa


Cara Pemijahan Ikan Lele Dengan Penyuntikan Hipofisa

Pada dasarnya pemijahan ikan lele dengan penyuntikan hipofisa sama dengan pemijahan cara alami. Baik dari kesiapan induk, kondisi kolam maupun penanganannya. Perbedaannya terletak pada proses penyuntikan hipofisa pada induk ikan sebelum proses pemijahan dilakukan. Proses penyuntikan dilakukan baik terhadap induk jantan maupun betina. Fungsi penyuntikan hipofisa untuk merangsang pertumbuhan dan pematangan sel telur. Sehingga hasil yang diperoleh akan lebih maksimal dibandingkan dengan pemijahan ikan lele secara alami.
Kelenjar hipofisa didapatkan dari ikan donor, bisa ikan lele atau ikan mas yang telah dewasa. Usahakan ikan donor memiliki bobot yang setara dengan bobot induk. Misalnya, untuk induk dengan bobot 750 gram carilah ikan donor dengan bobot yang sama. Hal ini untuk memastikan induk ikan memperoleh dosis hipofisa yang tepat.
Cara mendapatkan kelenjar hipofisa adalah dengan membelah kepala ikan. Berikut cara untuk mendapatkan kelenjar hipofisa dari ikan lele. Peralatan yang dibutuhkan adalah pisau, tang penjepit, pinset, gelas atau tabung reaksi, gelas penggerus dan suntikan. Sebagai catatan, semua peralatan yang digunakan harus bersih lebih bagus lagi kalau steril dan tangan harus dalam keadaan bersih.
  • Pertama-tama potonglah ikan pada bagian pangkal kepala (misalnya, leher pada manusia) dengan pisau yang bersih.
  • Letakkan mulut ikan lele mengarah keatas, buka mulut ikan lele lalu belah bukaan mulut dengan pisau secara melintang sehingga kepala ikan terbelah menjadi bagian atas dan bawah. Ambil bagian atas dan bersihkan dari darah.
  • Buang tulang penutup hipofisa dengan tang penjepit, angkat kelenjar hipofisa. Kelenjar berbentuk butiran berwarna putih.
  • Gerus kelenjar hipofisa dengan gelas penggerus, encerkan dengan air aquadestilata sebanyak 2 ml.
  • Pindahkan hipofisa yang sudah dicampur air pada tabung, kocok selama 2-3 menit. Setelah itu biarkan selama 5 menit. Cairan akan memisah, bagian bawah berupa endapan dan lapisan atas cairan jernih.
  • Ambil bagian cairan jernih dengan jarum suntik. Hipofisa siap disuntikkan pada induk pemijahan ikan lele.
Penyuntikan pada induk ikan lele dilakukan pada bagian punggung. Caranya, ambil indukan tutup kepalanya dengan kain basah. Suntik pada otot punggung dengan kemiringan 30o-60o dari arah ekor sedalam 1,5-2,5 cm. Suntik secara perlahan, setelah semua cairan habis cabut jarum suntik lalu urut otot punggung agar cairan menyebar merata. Masukan induk jantan dan betina yang sudah disuntik kedalam kolam pemijahan. Selanjutnya proses pemijahan ikan lele dengan penyuntikan sama dengan proses pemijahan alami.
(sumber : suryamina)

Cara Pemijahan Ikan Lele Dengan Penyuntikan Hormon Perangsang


Cara Pemijahan Ikan Lele Dengan Penyuntikan Hormon Perangsang

Pemijahan ikan lele dengan metode penyuntikan hormon perangsang lebih praktis dilakukan karena tidak memerlukan ikan donor dan tidak ada resiko kegagalan dalam mengekstrak hipofisa. Hormon untuk penyuntikan yang banyak dijual antara lain ovaprim dan Chorulon. Hormon akan mempengaruhi kelenjar hipofisa yang berfungsi merangsang pertumbuhan dan pematangan sel telur.


hormon perangsang pemijahan lele
Sama seperti metode lainnya, kondisi calon induk ikan lele harus sudah matang gonad. Induk yang disuntik adalah jantan dan betina. Dosis penyuntikan dengan hormon perangsang ovaprim adalah 0,3-0,5 ml per kg bobot induk atau sesuaikan dengan petunjuk pemakaian. Sebelum disuntikan, hormon perangsang seperti ovaprim harus diencerkan dengan akuadestilata 3 kali lipatnya.
Proses penyuntikan dengan hormon perangsang sama dengan proses penyuntikan dengan kelenjar hipofisa. Dan, proses pemijahannya sama dengan pemijahan ikan lele secara alami.
(sumber : suryamina)

Pemijahan Ikan Lele Dengan Cara In Vitro


Pemijahan Ikan Lele Dengan Cara In Vitro

Pemijahan ikan lele secara in vitro adalah proses pemijahan dimana pembuahan dilakukan oleh manusia dalam sebuah tabung atau wadah. Cara ini menuntut tingkat keterampilan dan ketelitian yang tinggi. Berbeda dengan ketiga cara di atas, dalam pemijahan ikan lele secara in vitro induk ikan jantan dibunuh dan diambil spermanya. Sementara induk ikan betina disuntik terlebih dahulu, kemudian diurut bagian perutnya agar sel telurnya keluar. Penyuntikan bisa dengan menggunakan kelenjar hipofisa ataupun hormon perangsang.
Alat dan bahan yang diperlukan untuk proses pemijahan ikan lele in vitro antara lain mangkung plastik atau kaca, bulu ayam, kertas tisu, pisau, gunting, pinset, suntikan, dan sodium klorida 0,9% (cairan infus). Wadah penetasan telur bisa memakai akuarium, fiberglass, atau bak terpal plastik. Kondisi dan kualitas air sama dengan ketiga cara sebelumnya. Semua peralatan harus dalam keadaan bersih, lebih baik lagi steril. Berikut langkah-langkah metode pemijahan in vitro:
  • Siapkan sperma ikan lele jantan dengan cara membedah perut secara membujur. Kantong sperma berbentuk pipih memanjang berwarna putih. Angkat kantong sperma, keluarkan sperma dengan cara memotong kantong dengan gunting, tampung dalam mangkuk.
  • Siapkan induk betina yang sudah disuntik 8-10 jam sebelumnya. Keluarkan sel telur dengan cara mengurut perut induk lele ke arah kelaminnya. Sel telur akan keluar lewat lubang kelamin, lalu tampung dengan mangkuk.
  • Campurkan sel telur dengan sperma dalam mangkuk sedikit demi sedikit. Aduk perlahan dengan bulu ayam. Encerkan campuran dengan air bersih lalu aduk perlahan sampai merata.
  • Masukan campuran sel telur dan sperma kedalam kolam penetasan. Tebarkan dengan bulu ayam.
  • Lakukan pengayaan oksigen pada kolam penetasan dengan aerotor. Aerotor jangan terlalu kencang sehingga menggoncang telur, tetapi juga jangan terlalu kecil. Selanjutnya jaga kondisi kolam penetasan seperti ketiga metode di atas hingga larva menetas.
(sumber: alamtani dan suryamina)



Cara Membuat Fermentasi Azolla Microphylla Sebagai Pakan Alternatif Ikan Protein Tinggi

Cara Membuat Fermentasi Azolla Microphylla
Cara Membuat Fermentasi Azolla Microphylla
Cara membuat fermentasi azolla microphylla sebagai pakan alternatif Ikan yang penuh protein. Cara membuatnya sangatlah mudah dengan bahan bahan yang murah, namun hasil fermentasi azolla microphylla menjadi kaya akan protein. bahan - bahan yang dibutuhkan untuk membuat fermentasi azolla adalah sebagai berikut:
  • Azolla microphylla segar
  • Dedak / Bekatul /Tepung Ikan
  • Tetes tebu (kalo tidak ada bisa menggunakan gula merah)
  • Probiotik seperti EM4 atau yang lainnya (Cara Membuat EM4 sendiri)
Cara membuat fermentasi azolla microphylla

  • Pertama kita Timbang azolla microphilla yang segar, kemudian dedak atau bekatul di tambah dengan tepung ikan dengan perbandingan 70% azolla microphylla : 20% Bekatul atau dedak : 10% tepung ikan.
    Asumsi 70 kg azolla microphylla, 20 kg tepung bekatul atau dedak tepung ikan 10 kg, 1 botol EM4 1 liter tetes air secukupnya kira kira ½ sampai 1 liter .
  • Pertama campur air secukupnya dengan EM4 dan tetes tebu dan EM4 kedalam botol (semprot botol atau jenis semprot yang lain)
  • kemudian semprot azolla Microphylla dengan campuran air EM4 dan tetes tebu hingga merata.
  • Campur bekatul dan tepung ikan hingga rata di wadah tersendiri, kemudian taburkan tepung bekatul dan tepung ikan ke dalam azolla microphylla yang sudah di semprot tadi aduk hingga rata sedikit demi sedikit, bisa juga dengan meyemprot sedikit demi sedikit azolla microphylla kemudian taburi dengan campuran bekatul dan tepung ikan. (yang terpenting adalah campuran merata, tepung bekatul dan tepung ikan tersebut membalut azolla micropylla yang sudah di semprot tetes tebu, tetes tebu di sini berfungsi sebagai pelengket bekatul dan ke azolla microphylla, EM4 berfungsi sebagai biang microba dan microba akan berkembang secara cepat dengan adannya bekatul.
  • Masukan campuran tersebut ke dalam plastik atau karung yang kedap air, kemudian ikat sampai rapat. (bisa menggunakan bak plastik atau yang lain yang terpenting adalah agar kedap udara. Atau udara tidak masuk kedalam tempat penyimpanan.
  • Kemudian dibiarkan hingga masa fermentasi selama 3-4 hari.
  • Bongkar campuran azolla microphilla dan dedak hasil fermentasi.
  • Usahakan tutup kembali apabila fermentasi tersisa, agar tidak cepat membusuk karena tertempel lalat dll.
  • Selanjutnya hasil fermentasi tadi bisa langsung diberikan pada ikan sebagai sumber protein tinggi.
  • Demikian cara membuat fermentasi azolla micropylla dengan mudah dan murah. Selamat mencoba
    sukses untuk kita semua
baca juga: